PERANAN IT

KATA PENGANTAR

Rasa syukur saya panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah melimpahkan karunia, taufik, dan hidayah-Nya. Dengan demikian, saya dapat membuat makalah ini, semoga melalui makalah ini teman-teman dapat lebih mengetahui perkembangan teknologi dan informasi yang ada di dunia saat ini.


Semoga makalah ini dapat berguna khususnya teman-teman yang ada di STMIK HANDAYANI. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan untuk memperbaikinya. Atas perhatian dan partisipasinya saya ucapkan terima kasih. Wassalam.

Maros, 27 Oktober 2010
Penulis,



DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
            1.2 Rumusan Masalah   
            1.3 Tujuan
Bab II  Pembahasan
2.1 Pengertian TI
2.2 IT dalam Dunia Perbankan
2.3 IT dalam Dunia Pendidikan
2.4 IT dalam Dunia Medis
2.5 IT untuk Kepolisian
2.6 IT untuk Perdagangan Elektonis
2.7 IT untuk Perancngan Produk
Bab III  Penutup
3.1 Saran
3.2 Kesimpulan
Daftar Pustaka



BAB I
PENDAHULUAN
2.1 Latar belakang

         Dunia telah berubah. Dalam era informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu. Berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan media, termasuk teknologi informasi dan komunikasi untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global.

2.2 Rumusan masalah

Mengetahui pentingnya penerapan ilmu teknologi dan informasi dalam berbagai bidang, khususnya dalam peningkatan mutu dan kualitas, mempercepat dan mengektifan proses dalam berbisnis, meningkatkan efisiensi dan mampu meningkatkan kualitas SDM yang ada.

2.3 Tujuan

Setiap mahasiswa, khususnya mahasiswa STMIK HANDAYANI dapat lebih mengetahui perkembangan ilmu teknologi informasi yang ada di dunia saat ini. Dapat mengetahui peranan ilmu teknologi dan informasi dalam berbagai bidang dan tujuan dari adanya ilmu teknologi dan informasi.


BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi

            Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
            Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Arti teknologi informasi bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.
            Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman. Membantu menyediakan komputer dan jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah. Semuanya dihubungkan ke Internet dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi.
            Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.
            Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. 


Teknologi Informasi dalam Perbankan Online

            Penggunaan online banking sudah sangat marak. Online banking menawarkan sejumlah keuntungan untuk pelanggan. Selain akses 24 jam sehari kepada nomor account pelanggan yang bersangkutan, pelanggan juga dipermudah karena tidak diharuskan datang ke bank apabila ingin melakukan transaksi. Selama pelanggan yang bersangkutan memiliki akses internet, mereka dapat selalu mengecek status keuangan mereka di bank. Adapun banyak sekali ragamnya jenis online banking yang ditawarkan oleh bank sekarang ini, misalnya saja fasilitas untuk membayar tagihan rekening (air, listrik) secara online. Fasilitas lainnya adalah pelanggan dapat mentransfer uang ke rekening lain dan juga beberapa online banking mengijinkan pelanggan untuk melakukan perdagangan mata uang. Hal ini berguna untuk membantu memotong bunga dari pinjaman. Online banking juga menawarkan kepada pelanggan mereka kartu kredit online, pinjaman personal, dan akun tabungan. Semua itu dapat dilakukan oleh online banking dewasa ini.
            Selain menguntungkan pelanggan, online banking juga menguntungkan pihak bank. Jika pelanggan menggunakan online banking untuk membayar tagihan rekening atau mentransfer sejumlah uang ke rekening lain, itu berarti teller tidak perlu untuk mengangkat telpon, sehingga memampukan teller untuk dapat menolong pelanggan yang lain dan pada akhirnya menghasilkan uang lebih untuk bank. Sehingga semakin banyak pelanggan menggunakan online banking maka banyak bisnis yang bisa dikerjakan oleh bank yang pada gilirannya memberikan keuntungan yang lebih buat bank. Pada akhirnya, jika bank mendapat keuntungan maka bisa saja bank menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi sehingga kembali dapat menguntungkan pelanggan.
            Menilai dari popularitas yang sekarang, online banking akan terus popular dan digunakan di masa yang akan datang. Individual dan pelaku bisnis yang sebelumnya menolak untuk mengadopsi online banking sebagai alat komersial, sekarang tidak akan mempunyai banyak pilihan lagi. Kecepatan sistem online dalam melakukan transaksi akan mengalahkan metode tradisional sepenuhnya. Bagaimanapun juga, perkembangan dari online banking akan tergantung dari seberapa user-friendly nya fasilitas yang ada, penambahan fasilitas yang baru yang akan ditambahkan dan bagaimana konsep dari online banking dikemas sedemikian rupa untuk digunakan secara umum. Sayangnya sampai sekarang bank dan pelanggan masih jarang sepakat dalam hal fasilitas mana saja yang berguna dan tidak berguna. Sejumlah riset pasar dan polling pelanggan diperlukan untuk menjembatani jarak antara apa yang diperlukan dalam perbankan dan apa yang tersedia.
Salah satu penggunaan online banking di masa yang akan datang, menurut Bank of America, harus menyediakan kesempatan untuk mengembangkan perbankan di dalam cara-cara inovatif yang mengutamakan kecenderungan kelakuan pelanggan, pilihan yang ada, dan trend. Ide-ide baru yang dikembangkan harus menerapkan teknologi yang mengungkap wawasan yang mencakup skala sosial dan fisik yang luas, dari interaksi dengan pelanggan secara individu menuju kepada transaksi secara global.

Teknik Informasi dalam Pendidikan
            Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS1), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet2) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.
            Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Irian dapat berdiskusi masalah kedokteran dengan seoran pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi. Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.
            Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll become our greatest growth industry”. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja.
            Inisiaif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di bidang pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sedang giat kami lakukan adalah program “Sekolah 2000”, dimana ditargetkan sejumlah sekolah (khususnya SMU dan SMK) terhubung ke Internet pada tahun 2000 ini. 

Perkembangan IT dalam Dunian Pendidikan
E-Learning
            Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
            Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
            Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara di kaya dan si miskin.
            Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.
            Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.
            Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan “Computer-based Multimedia Communication (CMC)” yang bersifat sinkron dan asinkron.
Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:
Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama.
-      Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan
-      Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.
-      Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan  media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas  tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.

            Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas  mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama.  Penyelesaian administrasi juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi  saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.

Distance Learning ( on line )
             Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.
Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya. Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik.
Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge).
Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya. Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:
(1)  Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.
(2)  Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
(3)  Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.
(4)  Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning
(5)  Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
(6)  Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.Sistem distance learning berbasis web ini dapat dilakukan dengan synchronous (real time) maupun secara asynchronous (non-real time).
Synchronous System, aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video Conference, dsb.
Asynchronous System, aplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb.

            Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware, maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material. Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan).
Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e- learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra sebanyak 80 negara di dunia. Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.

Virtual School dan Virtual University
            Virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan virtual university ini adalah www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini virtual university layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan virtual university ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal video streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpiimpikan oleh setiap ahli IT di dunia pendidikan.
Virtual school juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan. Bagi Indonesia, manfaat manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan.

Teknik Informasi dalam Medis
            Teknologi Informasi juga diaplikasikan pada bidang medis. Banyak rumah sakit yang menggunakan sistem informasi untuk menangani transaksi yang berhubungan dengan karyawan, juru medis, dan pasien. Sebagai contoh, sistem informasi digunakan untuk mencatat rekaman medis pasien secara elektronis. Sistem informasi terkadang diperluas tidak hanya untuk pemakai internal, melainkan juga untuk pemakai eksternal (pengunjung). Untuk mencari informasi tentang seorang pasien (misalnya apakah si pasien masih menginap di rumah sakit atau tidak, serta ada di kamar mana), pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan terminal yang disediakan untuk keperluan itu. Dengan mengetikkan sepenggal nama, sistem informasi akan segera menyajikan informasi tentang pasien yang memenuhi kriteria pencarian.

            Teknologi Informasi juga diterapkan pada peralatan-peralatan medis, misalnya pada CT svan (Computer Tomography). CT scan adalah peralatan yang mampu memotret bagian dalam dari seseorang tanpa dilakukan pembedahan, yakni dengan menggunakan teknologi sinar X. Prinsip kerja alat ini adalah seperti berikut. Seseorang yang hendak diamati ditidurkan dalam rongga silinder panjang. Di dalam silinder tersebut terdapat sinar X yang akan memancarkan sinar X pada bagian tubuh yang akan diperiksa. Di sisi seberang dalam silinder terdapat jumlah kalkulasi secara matematis. Silinder diputar sehingga sumber sinar X dan detektor ikut berputar.






Teknologi Informasi untuk Kepolisian

            Adapun peranan dari sistem teknologi dan informasi adalah untuk mendukung pelaksanaan tugas Polri di lapangan serta memberikan kemudahan bagi para pimpinan dalam mengambil keputusan. Sadar akan peranan teknologi dan informasi yang sangat besar, maka Polri membentuk suatu bagian fungsi yang menangani sistem manajemen teknologi dan informasi yang dinamakan divisi  telematika Polri. Divisi Telematika Polri sebagai pengemban fungsi pembinaan penggunaan sistem teknologi dan informasi, memiliki program-program dalam mensosialisasikan dan meningkatkan penggunaan teknologi dan informasi agar dapat diterapkan bagi para petugas Polri. Salah satu program yang dilaksanakan adalah penyelenggaraan workshop ICT Polri 2010. Penyelenggaraan workshop ICT POLRI 2010  dengan tema pengelolaan sistem informasi manajemen dan teknologi POLRI (SIMTEKPOL) guna mendukung profesionalisme POLRI dan pemantapan keberhasilan program Partnership Building 2010-2014 mencerminkan upaya POLRI untuk membangun sinergi para peneliti, akademisi, praktisi, serta pembuat kebijakan untuk bertukar pengalaman dan ide-ide serta mendorong tumbuh kembangnya teknologi komunikasi dan informasi.

Kepolisian menggunakan teknologi informasi untuk melakukan berbagai aktifitas. Contoh yang umum adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk membuat SIM (surat izin mengemudi). Dengan menggunakan teknologi informasi, yang melibatkan komputer, kamera digital, perekam sidik jari, dan pencetak kartu SIM, dimungkinkan untuk membuat SIM hanya dalam waktu singkat.

Teknologi kompresi gambar memungkinkan sidik jari dapat disimpan secara elektronis dengan ukuran yang sangat kecil sehingga tidak terlalu menyita ruang dalam media penyimpanan, sedangkan teknologi pencocokan pola (pattern recognition) digunakan untuk memudahkan pencarian sidik jari yang tersimpan dalam basis data.
Teknologi pengenalan wajah (face recognition) dapat digunakan untuk mengenali wajah-wajah para pelaku tindak kriminal yang telah tersimpan dalam basis data di dasarkan oleh suatu sketsa wajah atau foto.
Semakin berkembangnya teknologi di Indonesia seiring dengan meningkatnya tingkat kriminal, oleh karena itu diharapkan perkembangan teknologi dapat memberikan kontribusi bagi Polri dalam mengungkap kasus-kasus kriminal.  Dalam penegakan hukum pemanfaatan teknologi informasi sangat bermanfaat sekali, contohnya dalam penyelesaian kasus KPK yang melanda negara kita saat ini.

informasi juga sangat berguna misalnya dalam pengungkapan kasus-kasus pencurian seperti ATM bank. Disana terlihat adanya kamera pengawas yang diletakkan diatas celah-celah langit gedung. Kamera tersebut dipasang dan selalu diawasi oleh pekerja-pekerja yang ditugasi untuk memantau aktifitas para karyawan-karyawan dan pengunjung-pengunjung di Bank tersebut. Bila terjadi perampokan tim pemantau bisa melacak dan mencari identitas perampok tersebut melalui pengamatan kamera. Contoh lain penggunaan teknologi ini seperti pelacakan pencuri handphone atau para teroris yang memberitakan peledakan-peledakan bom dalam bentuk sms. Hanya dengan melacak nomor sms saja tim Polisi yang bergerak dibidang teknologi informasi dapat segera mengetahui keberadaaan sipengguna handphone. Signal yang muncul di Handphone tersebut dapat diketahui keberadaan dan lokasinya. Maka dari itu sering terjadi penangkapan para teroris yang menggunakan sms. Walaupun ada pelaku yang sekedar iseng atau bercanda, tetapi para  pelaku tersebut bisa dikenakan sanksi karena ulahnya tersebut dianggap telah mengganggu ketentraman umum. Dari hal tersebut bisa dilihat betapa pentingnya peranan teknologi informasi dalam penegakan hukum, bila tidak ada teknologi informasi, dapat dipastikan para penegak hukum akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan tugasnya.


Teknologi Informasi untuk Perdagangan Elektronis
           
            Perdagangan Elektronis, juga dipanggil E-dagang atau dalam bahasa Inggerisnya Electronic Commerce (EC @ E-Commerce) adalah sebuah sistem perniagaan dan jual beli yang banyak menggunakan kemudahan teknologi maklumat terutama telekomunikasi canggih sehingga dapat melindungi dan memuaskan pengguna-penggunanya iaiitu yang terdiri daripada penjual, pembeli dan pihak-pihak yang ketiga seperti bank, syarikat kewangan, syarikat kad kredit, pengeluar sijil pengesahan digital dan lain-lain lagi. Kebelakangan ini, ianya banyak menggunakan Internet khususnya laman web untuk mengadakan satu rangkaian yang menyatukan pelanggan, penjual dan pihak-pihak ketiga dalam satu persekitaran elektronik yang selamat untuk semua pihak dan boleh dipercayai.
Dengan E-dagang sesebuah syarikat atau individu boleh melakukan transaksi jual dan beli dari dan di mana sahaja di dunia ini. Pra syarat terpenting untuk menjalankan perniagaan dalam suasana yang menggunakan teknologi E-Dagang ini ialah pemilikan kelengkapan IT yang sesuai dan prasarana telekomunikasi yang membolehkan anda mengkases Internet. Ini sudah tentunya bermula dengan sebuah komputer, modem dan talian telefon. Penggunaan E-dagang dijangka akan melonjak naik dari setahun demi setahun sesuai dengan meningkatan penerimaan IT di kalangan masyarakat, walau bagaimanapun di antara yang membelenggu penerimaan e-dagang secara lebih meluas di kalangan khalayak ramai ialah persepsi bahawa e-dagang masih tidak boleh dipercayai dari segi keselamatan dan kepercayaannya berbanding dengan cara-cara tradisional perdagangan.

Integrasi perniagaan
E-dagang semakin meluas digunakan di kalangan masyarakat Internet terutama di negara-negara barat mulai pada pertengahan tahun 1990an. Malah e-dagang sekarang ini diakui oleh syarikat-syarikat antarabangsa dan pakar-pakar pemasaran sebagai satu sektor perniagaan dan pemasaran yang tidak boleh diabaikan lagi dan menjadi satu alternatif wajib untuk apa jua jenis perniagaan yang ingin pergi ke peringkat antarabangsa.
Salah satu kebaikan dan keuntungan daripada menggunakan kaedah e-dagang ini ialah perangkaian dan integrasi di antara semua syarikat-syarikat yang berhubung baik sebagai pembeli, penjual ataupun penyedia perkhidmatan yang berkenaan. Dengan cara ini pertukaran maklumat dan transaksi perniagaan dapat dijalankan daam sekelip mata yang dahulunya mungkin dibelenggu oleh karenah mengisian borang-borang kertas dan birokrasi.
Secara idealnya semua ini dapat dijalankan dengan efisyen oleh semua pihak yang terlibat dalam rangkaian e-dagang itu dan tidak dibelenggu oleh isu-isu ketidakserasian (incompatibility) atau piawaian (standard) teknologi dan telekomunikasi yang tidak serupa. Ini telah ditawarkan oleh teknologi Internet yang menggunakan protokol telekomunikasinya yang dipanggil TCP/IP yang telah diterima pakai sebagai satu piawaian yang membolehkan sebarang pelantar (platform) komputer dapat saling berhubung dan bertukar maklumat dengan mudah. Pengguna Web juga dapat berinteraksi dengan dunia Web dengan mudah dengan hanya menggunakan sebuah perisian pelayar Web (Web browser) seperti Netscape Navigator, Internet Explorer dan lain-lain lagi.
Penggunaan e-dagang oleh sesebuah syarikat itu juga dapat membantu mengintegrasikan semua bahagian dalaman syarikat tersebut dengan sesebuah transaksi perniagaan itu untuk meningkatkan kualiti perkhidmatan kepada pelanggan. Sebagai contohnya apabila pelanggan membuat tempahan pembelian menerusi e-dagang, tempahan tersebut boleh dengan serta merta dihantar kepada beberapa bahagian dalaman yang berkenaan seperti bahagian penjualan, bahagian logistik dan bahagian pembuatan. Dengan ini pengkoordinasian dalaman untuk memenuhi pesanan tersebut akan menjadi lebih efisyen.
E-dagang sebenarnya terdiri daripada beberapa komponen yang mempunyai ciri-ciri dan fungsinya yang tersendiri sebagai contohnya Pertukaran Data Elektronik atau Electronic Data Interchange (EDI), Internet, pensijilan digital, tandatangan digital, wang digital, Electronic Funds Transfer , Electronic Catalogs, Intranets, Kod Bar dan lain-lain lagi.

Jenis-jenis E-dagang
E-dagang dapat dibahagikan kepada dua jenis utama iaitu di antara perniagaan dan perniagaan dan yang keduanya di antara perniagaan dan pengguna. Jenis e-dagang yang pertama iaitu di antara perniagaan dan perniagaan melibatkan transaksi di antara dua atau lebih perniagaan atau syarikat di mana seringkali satu pihak merupakan syarikat pembekal kepada satu pihak yang lain. Sebagai contohnya pengeluar kicap akan berinteraksi dengan sebuah pasaraya dalam proses memesan, menghantar dan membayar pesanan botol-botol kicap.
Jenis e-dagang yang kedua pula iaitu di antara perniagaan dengan pengguna pula melibatkan transaksi di antara penjual akhir sesuatu produk itu misalnya sebuah pasaraya yang menjual produk-produk kepada pengguna terakhir ialah orang ramai yang memesan satu atau dua botol kicap melalui e-dagang.
Dari segi jumlah transaksi yang dilakukan melalui e-dagang, jenis pertama iaitu transaksi di antara perniagaan dengan perniagaan sebenarnya paling banyak memberi kemanfaatan kepada sesebuah syarikat itu kerana jumlah pesanan di antara perniagaan seringkali besar dan kerap berbanding dengan di antara perniagaan dengan pengguna akhir. Walau bagaimanapun perkara ini mungkin berubah apabila lebih ramai pengguna akhir menggunakan e-dagang untuk membeli barangan seharian seperti kicap, bunga, beras, baju, kereta dan lain-lain keperluan konsumer sesebuah mesyarakat itu.

Jaminan pengguna
Para pengguna kad kredit seperti VISA dan Mastercard tidak akan menghadapi sebarang masalah apabila mereka menggunakan kad kredit mereka untuk membeli-belah menerusi Internet. Dengan kehadiran teknologi enkripsi data seperti Secure Sockets Layer (SSL) dan Secure Electronic Transaction (SET) maka pengguna akan lebih terlindung untuk melakukan pembelian menerusi Internet. Satu alternatif lain pula ialah dengan mengunakan perkhidmatan-perkhidmatan seperti Net.Trader, Cybercash dan DigiCash yang membolehkan menghantaran wang menerusi talian tanpa menggunakan sebarang nombor kad kredit.
Lain-lain teknologi yang mennyokong dan menambahkan keselamatan transaksi e-dagang termasuklah sistem kriptografi PKI atau Public Key Infrastructure dan sijil digital. PKI dan sijil digital bertindak seperti kad pengenalan yang akan mengesahkan identiti sebenar pengguna dan penjual dalam setiap transaksi e-dagang dan ini meningkatkan kebolehpercayaan transaksi tersebut.


Teknik Information untuk Perancangan Produk

            Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah umum dilakukan. Dengan menggunakan perangkat lunak yang bernama CATIA (Computer Aided Three Dimensional Interctive Application) buatan Dassault system, Prancis, sebuah pabrik dapat merancang mobil atau pesawat terbang tanpa menggunakan kertas. Dodge dan Daimer Crysler merupakan contoh perusahaan yang mengandalkan perangkat lunak ini untuk mewujudkan desain mobil beserta komponen-komponennya dan bahkan untuk mengujinya.

Boeing Company, industri pesawat terbang terbesar di Amerika, juga menggunakan CATIA untuk merancang pesawat terbang. Hal yang menarik adalah dengan menggunakan software tersebut perusahaan ini membuat inovasi yang melibatkan pelanggan dalam melaksanakan perancangan dan pengujian. Software yang sama digunakan oleh industri pesawat terbang di Indonesia IPTN. Sementara itu PT. PAL Indonesia telah lama menggunakan perangkat lunak CAD-CAM bernama Foran untuk mendesain dan membuat kapal.

Selain itu, para perancang rumah dapat menggunakan perangkat lunak yang khusus ditujukan untuk keperluan itu, misalnya 3D Home Architect (Broderbund Software.inc), dengan program seperti ini, perancang dapat membuat tata letak ruangan dan kemudian melihat hasilnya dalam bentuk tiga dimensi.

BAB III
PENUTUP

3.1    Saran
               Penting bagi kita mengetahui perkembangan teknologi dalam dunia saat ini. Setiap mahasiswa harus mengetahui perkembangan teknologi dan informasi yang ada saat ini, guna meningkatkan kreatifitas setiap mahasiswa dan meningkatkan sumber daya manusia yang ada pada dirinya.




3.2    Kesimpulan
              Sistem teknologi informasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi tersebut, manusia dengan mudah dapat mengakses informasi dari belahan dunia manapun dengan sangat cepat sehingga kebutuhan manusiapun menjadi semakin cepat terpenuhi.

Kemajuan teknologi informasi tersebut juga sangat bermanfaat dalam bidang berbagai bidang. Misalnya, bimbingan dan  konseling sebagai salah satu aspek dalam pendidikan juga merasakan manfaat dari kemajuan teknologi informasi tersebut. Aplikasi yang sangat nyata adalah proses layanan bimbingan dan konseling sudah tidak harus dengan bertatap muka, melainkan bisa dengan menggunakan media informasi baik itu telepon maupun internet. tetapi semua itu bukan tanpa masalah. Banyak sekali hambatan yang menjadi duri bagi kemajuan dunia bimbingan dan konseling. Salah satunya adalah sumber daya manusianya yang belum bisa memanfaatkan dengan baik kemajuan teknologi informasi tersebut sehingga perlu sosialisasi kepada konselor maupun kepada konselin agar kedua belah pihak bisa sama-sama memanfaatkan media teknologi informasi yang sudah maju.

Daftar Pustaka





Download contoh makalah??? Klik aja Download di bawah ini!!! MAKALAH PTI (PERANAN TI)


0 komentar:

Posting Komentar